HomeTipsTips Membimbing Anak Untuk Menjaga Kesehatan Giginya
menjaga kesehatan gigi anak

Tips Membimbing Anak Untuk Menjaga Kesehatan Giginya

Gigi berlubang dapat menyebabkan rasa sakit gigi pada anak-anak. Kondisi ini dapat mempengaruhi aktivitas mereka seperti makan, belajar, bermain, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, kita sebagai orang tua jangan sampai mengabaikan kondisi tersebut karena dapat menghambat perkembangan mereka.

Anak yang belum menginjak usia remaja cenderung rentan mengalami infeksi serta gangguan gigi, termasuk gigi berlubang. Hal ini karena mereka suka dengan makanan dan minuman manis yang tinggi akan gula. Apabila tidak diimbangi dengan informasi terkait cara merawat dan menjaga kesehatan gigi, maka mereka bisa memiliki risiko mengalami gangguan gigi yang telah disebutkan.

Membersihkan Gigi Bayi dan Balita

Gigi susu anak yang berjumlah sekitar 20 akan tumbuh ketika mereka menginjak usia 6 bulan hingga 3 tahun. Pada usianya yang keenam, gigi-gigi tersebut secara alami akan tergantikan oleh gigi permanen.

Untuk merawat gigi mereka, anda sebagai orang tua bahkan sudah perlu memeriksakan giginya ke dokter gigi sejak usia mereka memasuki 1 tahun. Dokter akan memeriksa atau mengevaluasi adanya kemungkinan risiko lubang pada giginya.

Dokter gigi mungkin akan memberikan tips-tips sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan gigi anak anda, diantaranya adalah :

  • Ketika bayi sudah mulai tumbuh gigi, anda dapat membersihkannya menggunakan kain kasa atau kain halus.
  • Disarankan untuk membatasi pemakaian pasta gigi yang mengandung fluoride. Tingginya kadar fluoride dalam pasta gigi bisa memberikan efek negatif bagi gigi mereka.
  • Memasuki usia 3-4 tahun, bantulah mereka untuk menyikat gigi. Mereka masih dalam tahap proses belajar cara menyikat gigi dengan benar. Setiap tahap perkembangan anak antara satu dengan lainnya tentu berbeda, ada yang cepat belajar dan ada juga yang tidak.
  • Pastikan anak untuk berhenti menghisap dot atau jempol, apalagi jika usianya telah memasuki 4-5 tahun. Hal ini karena bisa mengganggu pertumbuhan gigi mereka.

Setelah Anak Bisa Menyikat Gigi Sendiri

Beberapa ahli mengatakan bahwa anak-anak mulai mampu menyikat gigi secara mandiri dengan baik saat mereka sudah bisa menulis dengan baik. Sementara sebagian ahli lainnya mengatakan bahwa usia 6 hingga 8 tahun merupakan usia yang tepat untuk memberikan kesempatan pada anak menyikat giginya sendiri.

Mengajari buah hati untuk menyikat gigi memang bukan pekerjaan mudah. Namun anda bisa mensiasatinya dengan beberapa trik berikut ini :

  • Beri keleluasaan padanya untuk memilih warna sikat gigi sesuai keinginannya.
  • Anda bisa menggunakan boneka tokoh atau binatang favoritnya. Kemudian ajak si kecil untuk menyikat gigi boneka tersebut, setelah itu arahkan untuk menyikat giginya sendiri.
  • Anak kecil pada dasarnya senang meniru. Untuk menarik perhatiannya, gosok gigi anda tahap demi tahap bersama anak anda. Di waktu yang sama, bimbing dia untuk mengoleskan pasta gigi, menyikat, serta berkumur. Selain mengajari cara berkumur, ajarkan juga padanya untuk tidak menelan pasta gigi.
  • Berikan reward atau hadiah kecil padanya, seperti kartu yang bisa ditempeli stiker setiap kali dia telah menyelesaikan aktivitas sikat giginya.

Sebagai seorang teladan untuk anak, anda harus memberikan contoh yang baik. Jangan menampakkan kemalasan atau terlihat buru-buru saat menyikat gigi. Pastikan anak anda mengikuti perilaku orang tuanya yang baik-baik.

Menjaga kesehatan gigi anak

Selain merawat gigi secara teknis, gigi anak anda juga perlu dijaga kesehatannya dengan memastikan beberapa hal berikut ini :

  • Jaga asupan makanannya sehari-hari. Berikan makanan bernutrisi untuk menunjang kesehatan gigi anak anda seperti buah dan sayuran. Batasi dia untuk makan makanan dengan kadar gula tinggi serta karbohidrat yang diproses seperti pasta atau roti putih.
  • Selain mengganggu kesehatan secara keseluruhan, asap rokok yang terpapar pada anak juga berisiko mengakibatkan gigi berlubang dan gangguan gusi.

Mengunjungi Dokter Gigi

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga perlu melakukan pemeriksaan gigi ke dokter gigi secara rutin untuk mendeteksi ataupun mencegah kerusakan gigi sedini mungkin. Anak kecil cenderung takut jika bertemu dengan dokter gigi, namun anda sebagai orang tua bisa melakukan tips berikut ini :

  • Carilah dokter gigi yang spesialis menangani pasien anak-anak. Biasanya, dokter gigi seperti ini mempunyai peralatan dan ruangan dengan desain interior yang menarik untuk anak-anak.
  • Saat si kecil mengeluh atau ketakutan, dengarkan dan jangan abaikan dia. Dorong dia dengan cerita-cerita positif mengenai kesehatan gigi pada anak, seperti jika giginya tidak dirawat dengan baik, dia tidak bisa menikmati makanan favoritnya.
  • Disarankan untuk menjadwalkan waktu kunjungan ke dokter gigi ketika anak anda sedang dalam kondisi terbaiknya. Sore hari ataupun setelah dia bangun tidur siang adalah salah satu waktu yang pas.

Mengajari dan memberikan bekal informasi pada anak terkait kesehatan gigi sedini mungkin merupakan hal yang baik. Dengan menyadari pentingnya merawat gigi, anak jadi terhindar dari berbagai risiko kerusakan gigi yang bisa terjadi.