HomeInfoCabut Gigi Ada Manfaatnya Juga Lho!!
cabut gigi

Cabut Gigi Ada Manfaatnya Juga Lho!!

Cabut gigi tidaklah selalu berkonotasi buruk. Ada kalanya prosedur pencabutan gigi perlu dilakukan demi kebaikan anda sendiri. Gigi permanen memang perlu dipertahankan seumur hidup. Akan tetapi, ada beberapa alasan mengapa gigi permanen anda perlu dicabut.

Alasan Anda Diharuskan Cabut Gigi

Sebuah gigi harus dicabut saat mengalami kerusakan yang parah. Apabila tidak dicabut, maka bisa berimplikasi atau mengganggu gigi lainnya. Rasa nyeri atau sakit yang terjadi secara terus-menerus dapat menjadi sinyal utama gigi perlu dicabut. Rasa sakit gigi yang terjadi bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti adanya lubang yang meluas, atau bahkan adanya tumor.

Beberapa alasan lainnya meliputi :

1. Mulut terlalu penuh

Secara umum, gigi geraham belakang akan tumbuh pada usia 20-an, ketika sudah terdapat sekitar 28 gigi di mulut. Pada kondisi seperti ini, ada kemungkinan gigi geraham tidak mendapatkan tempat untuk tumbuh dengan baik, sehingga hanya bisa muncul sebagian saja. Hal ini bisa mengakibatkan rasa sakit ataupun gangguan gigi lainnya. Munculnya gigi yang hanya sebagian bisa menjadi sulit untuk dibersihkan serta memiliki potensi timbulnya infeksi.

Dengan mencabut gigi, maka kondisi seperti itu bisa dihindarkan. Selain itu, dokter akan mencabut beberapa gigi jika anda ingin melakukan perawatan seperti pemasangan kawat gigi.

2. Penyakit Gusi

Infeksi terhadap jaringan & tulang pendukung di sekitar gigi biasanya mengharuskan gigi untuk dicabut. Sementara itu, gusi yang mengalami kebengkakan bisa membuat bakteri berkembang dan mengakibatkan gangguan antar gigi.

3. Infeksi

Pulpa merupakan akar gigi dengan kandungan pembuluh darah dan saraf. Apabila terjadi kerusakan pada gigi atau lubang, bakteri bisa masuk ke pulpa serta mengakibatkan infeksi. Beberapa kasus bisa diatasi dengan RCT atau Root Canal Therapy. Meski demikian, pada sebagian kasus saat RCT maupun penggunaan antibiotik tidak mempan, maka pencabutan dirasa perlu untuk dilakukan. Hal ini agar infeksi tidak menyebar.

Selain itu, tindakan cabut gigi juga direkomendasikan apabila sistem kekebalan tubuh semakin melemah dan infeksi kemungkinan akan terjadi. Kondisi seperti ini biasanya terjadi saat seseorang sedang menjalani transplantasi organ atau kemoterapi.

4. Gangguan Sinus

Gangguan pada gigi bisa memicu gangguan pada sinus, tekanan, dan hidung tersumbat. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dokter untuk memutuskan gigi perlu dicabut atau tidak biasanya meliputi posisi gigi, tingkat keparahan, bentuk mulut, dan rasa sakit yang dirasakan.

5. Gangguan Pada Rahang

Ada kemungkinan terbentuknya kista di sekitar gigi baru. Jika kondisi tersebut tidak ditangani secara tepat, maka akan menyebabkan gangguan semakin meluas. Untuk mengatasi hal ini, cabut gigi perlu dilakukan.


Proses Cabut Gigi

Gigi permanen yang perlu dicabut biasanya membutuhkan proses yang cukup rumit. Ada beberapa tahapan yang mungkin dilakukan, yaitu :

  • Bius lokal akan disuntikkan pada area sekitar gigi yang hendak dicabut. Lalu dokter akan mengguncang gigi agar lebih mudah untuk dikeluarkan.
  • Kadang-kadang, pemotongan gusi perlu dilakukan untuk mengeluarkan gigi.

Waktu yang dibutuhkan dalam melakukan cabut gigi tergantung dengan tingkat kesulitannya, mulai dari 10 menit hingga hitungan jam. Setelah pencabutan, anda mungkin akan merasakan sakit atau nyeri di sekitar area gigi yang dicabut selama 3 hari sampai 2 minggu.

Komplikasi Cabut Gigi

Tidak jauh berbeda dengan tindakan medis lainnya, prosedur tindakan cabut gigi juga memiliki risiko yang menimbulkan komplikasi. Beberapa diantaranya yang mungkin terjadi adalah :

  • Terjadinya infeksi, atau proses penyembuhan yang lama. Hal ini biasanya karena faktor merokok di masa penyembuhan.
  • Risiko gangguan saraf yang bisa mengakibatkan rasa nyeri atau mati rasa pada lidah, bibir, gusi, gigi, dan dagu. Komplikasi ini biasanya hanya sementara, namun tidak menutup kemungkinan bisa menjadi permanen.
  • Lubang bekas gigi yang terlambat dicabut bisa menimbulkan nyeri, mengeluarkan bau atau rasa, terlebih jika setelah pencabutan anda tidak mengikuti petunjuk perawatan dari dokter.

Tindakan cabut gigi dinilai lebih aman dilakukan di usia muda, di mana akar gigi belum terbentuk secara sempurna. Selain itu, proses penyembuhan juga bisa terjadi lebih cepat.

Artikel ini memberitahukan kepada anda bahwa cabut gigi juga ada manfaat positifnya, dengan catatan bila hal tersebut memang perlu dilakukan atas saran dari dokter gigi yang telah mempertimbangkan berbagai aspek dari kondisi gigi anda.

Dengan begitu, diharapkan anda tidak perlu takut atau khawatir yang berlebihan jika anda disarankan/diharuskan oleh dokter untuk melakukan cabut gigi.