HomeInfoSelayang Pandang Tentang Gigi Berlubang
gigi berlubang

Selayang Pandang Tentang Gigi Berlubang

Gigi berlubang merupakan penyakit gigi yang paling umum dialami oleh sebagian besar orang. Meski demikian, banyak dari kita yang menganggapnya sepele. Padahal, jika kondisi tersebut terlalu lama dibiarkan hingga parah, maka bisa mempengaruhi kesehatan tubuh. Memang ada hubungannya?

Gigi Berlubang dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan Tubuh

Penyebab gigi berlubang adalah plak, zat lengket di mulut yang tercipta akibat menumpuknya bakteri atau kuman. Bakteri tersebut akan mengubah makanan menjadi asam. Jika asam, air liur, dan sisa makanan dalam mulut bergabung menjadi satu, maka plak pun berpotensi muncul. Selain itu, asam pada plak juga dapat merusak enamel pelindung gigi yang pada akhirnya bisa membuat gigi berlubang.

Gigi berlubang yang parah bisa berakibat fatal bagi kesehatan karena kondisi ini mampu memicu infeksi pada jaringan tubuh. Adapun datangnya infeksi tersebut berasal dari bakteri yang ada pada gigi berlubang, yang kemudian  menyebar ke dalam jaringan tubuh lainnya. Apabila bakteri tersebut sudah berhasil mendiami jaringan tubuh, maka seiring berjalannya waktu organ-organ tubuh lainnya sangat berpotensi ikut terinfeksi.

Kesehatan mulut, termasuk dalam hal ini gigi, berkaitan erat dengan kesehatan tubuh. Begitupun juga sebaliknya. Jika anda membiarkan gigi berlubang bahkan hingga kondisinya sampai parah, maka bisa menyebabkan terjadinya abses, munculnya kantong nanah pada gusi.

Gusi yang terluka merupakan pintu utama datangnya bakteri dalam mulut yang akan memasuki aliran darah. Sesampainya di sana, bakteri bisa menempel di trombosit. Hal ini bisa mengakibatkan penggumpalan darah. Penggumpalan atau pembekuan darah pada akhirnya akan mengganggu aliran darah yang menuju organ-organ penting seperti jantung, dan ini berpotensi memicu serangan jantung.

Lebih lanjut, gangguan pada peredaran darah tersebut juga akan mengganggu suplai darah serta oksigen ke otak yang pada akhirnya bisa memicu terjadinya stroke.

Gigi Berlubang Pada Ibu Hamil

Ibu hamil yang mengalami gigi berlubang perlu ekstra waspada karena memiliki risiko tertentu seperti melahirkan bayi prematur. Hal ini disebabkan adanya gangguan pada pertumbuhan janin akibat terjadinya infeksi bakteri dalam aliran darah yang terdistribusi ke seluruh tubuh. Selain prematur, risiko terhadap janin lainnya adalah bayi yang lahir dengan bobot di bawah rata-rata.

Sakit Gigi Akibat Berlubang

Kondisi gigi berlubang yang parah bisa mengakibatkan nyeri atau sakit pada gigi. Hal tersebut tentu akan mengganggu aktivitas dan konsentrasi anda sehari-hari. Selain itu, dampak lainnya adalah membuat anda susah mengunyah makanan dan tidak nafsu makan. Hal ini pada akhirnya akan membuat berat badan dan kesehatan tubuh ikut terganggu.


Mencegah Gigi Berlubang

Sebelum kita mengulas tentang pengobatan atau penanganannya, ada baiknya untuk mengetahui cara pencegahannya. Bagaimanapun, pencegahan lebih baik daripada mengobati bukan? Berikut ini akan dijelaskan mengenai cara menjaga kesehatan gigi untuk mencegah terjadinya gigi berlubang.

1. Kurangi Konsumsi Makanan Tinggi Gula

Salah satu penyebab gigi berlubang adalah timbunan gula, yang oleh bakteri diubah menjadi asam. Maka dari itu, salah satu tips terbaik adalah mengurangi konsumsi makanan atau minuman dengan kadar gula yang tinggi. Semakin sering makan makanan tinggi gula, semakin banyak pula asam yang dihasilkan bakteri.

2. Kunyah Permen Karet Xylitol

Permen karet yang mengandung Xylitol diketahui dapat membantu mencegah terjadinya gigi berlubang. Permen karet dengan kandungan Xylitol juga membantu membersihkan gigi dan mengurangi perkembangan bakteri penyebab gigi berlubang.

3. Sikat Gigi

Sikatlah gigi anda setidaknya dua kali sehari untuk memastikan kebersihan mulut anda khususnya dari sisi-sisa makanan. Kalaupun tidak sempat melakukannya sehabis makan, maka berkumurlah. Untuk mencegah gigi berlubang, gunakan pasta gigi yang memiliki kandungan flouride. Senyawa ini juga berperan untuk remineralisasi dan membuat gigi lebih tahan dari terjadinya pengeroposan.

4. Minum air yang cukup

Air liur memiliki beberapa fungsi, dan salah satu diantaranya adalah berperan mendistribusikan flouride ke seluruh bagian gigi. Hal tersebut mampu meminimalisir risiko terjadinya gigi berlubang. Untuk menjaga produksi air liur tetap optimal, anda disarankan untuk minum air yang cukup setiap harinya.

5. Rajin ke Dokter Gigi

Poin ini termasuk tips yang sangat penting. Kunjungilah dokter gigi anda secara rutin agar gigi anda terhindar dari berbagai masalah, termasuk salah satunya adalah gigi berlubang. Berkonsultasi dengan ahlinya sangat dianjurkan agar permasalahan pada gigi ataupun mulut dapat dicegah.


Penanganan Awal Meredakan Sakit Gigi Berlubang

Sebagai langkah awal untuk meredakan rasa sakit gigi berlubang yang timbul, anda bisa mengonsumsi obat analgetik semacam paracetamol maupun asam mefenamat. Karena ini sifatnya hanya langkah awal dan sementara saja, maka sebaiknya anda segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lanjutan untuk mengatasi gigi berlubang secara keseluruhan. Dokter akan memeriksa secara klinis dan menilai permasalahan yang terjadi pada gigi anda sehingga bisa ditentukan langkah penanganan yang tepat.


Tindakan Dokter Terhadap Gigi Berlubang

Dokter gigi akan melakukan penanganan sesuai dengan tingkat keparahan kondisi gigi berlubang anda. Teknisnya adalah sebagai berikut :

1. Menggunakan Fluoride

Apabila lubang masih dalam taraf permulaan (sangat kecil), biasanya dokter menyarankan atau memberikan fluoride untuk memulihkan enamel gigi. Fluoride berjenis cair, jel, pernis, ataupun busa digosokkan ke gigi selama beberapa menit. Tentu kandungan fluoride tersebut jauh lebih banyak dibandingkan yang ada pada pasta gigi biasa.

2. Menambal

Dokter akan menambal gigi berlubang ketika pembusukannya telah melebihi tahap awal. Gigi akan dibor untuk membuang bagian yang membusuk. Kemudian, gigi akan ditambal dengan menggunakan zat seperti porselen, resin komposit, emas, ataupun perak.

3. Crown

Untuk pembusukan dengan tingkatan lebih parah atau gigi rapuh, maka akan dibutuhkan crown (mahkota). Dokter mungkin akan membuatkan crown  ‘palsu’ untuk menggantikan seluruh crown alami gigi. Bahan yang digunakan untuk membuat crown ‘palsu’ ini juga melibatkan emas, resin porselin fusi logam, porselen, dan beberapa bahan lainnya.

4. Cabut Gigi

Prosedur ini diambil saat pembusukan di gigi sudah mencapai tahapan terparah hingga tidak mungkin lagi dipulihkan dan harus dibuang. Pencabutan gigi akan meninggalkan celah atau ruang yang berpotensi membuat gigi lainnya bergeser. Maka dari itu, ada baiknya anda mempertimbangkan pembuat gigi implan atau bridge untuk menggantikan gigi yang dicabut.

Baca juga : Cabut gigi saat hamil | Cabut gigi geraham atas


Sebagai informasi, plak penyebab gigi berlubang akan terbentuk hanya dalam 20 menit setelah makan. Oleh sebab itu, jika tidak segera dan rajin dibersihkan maka anda berisiko untuk mengalami gigi berlubang. Mari saatnya menerapkan hidup yang lebih baik dengan mengonsumsi makanan sehat, rajin sikat gigi, serta rutin periksa ke dokter gigi. Semoga bermanfaat..